Orang-orang yang dikabulkan doa nya

Salah satu prinsip di dalam agama Islam yaitu : Doa adalah ibadah. Doa adalah bagian inti dari sebuah ibadah. Rasulullah pernah bersabda , “Doa adalah ibadah” – Hadits riwayat Tarmidzi. Di dalam sebuah ibadah yang sifat nya langsung memanjatkan doa nya kepada Allah maka itu yang disebut sebagai doa Mas’alah, yaitu doa yang langsung dipanjatkan kepada Allah dan ada juga doa Ibadah, yaitu seperti hal nya ketika kita menjalankan perintah dari Allah dan menjauhi larangan nya , maka ketika kita melakukan hal itu, maka sebenarnya kita juga sedang berdoa melalui perbuatan kita ini.

Surah Ghafir ayat 60 :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ

Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Dari ayat ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa doa itu pasti dikabulkan. Semua doa itu dikabulkan. Namun bentuk pengabulan doa itu bisa bermacam macam.
Disebutkan dalam Hadits ada 3 bentuk pengabulan doa, yaitu:

Yang pertama adalah , Allah memberikan apa yang dia minta di dunia. Hal ini seperti ketika seseorang meminta hajat nya untuk diberikan rejeki, pekerjaan dan lain sebagai nya secara duniawi.  Kedua, Allah juga bisa memberikan dalam bentuk hal yang lain nya, misal nya memberikan dalam hal kesehatan, atau dia akan dipalingkan dari hal-hal yang bisa membahayakan diri nya. Kemudian yang ketiga, pengabulan doa itu disimpan nanti di hari kiamat.

Menurut Al-Imam Al-Qayyim ,
Doa itu adalah usaha yang paling kuat yang bisa menyebabkan kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan atau terhindar dari apa yang tidak kita inginkan.
Banyak di antara manusia yang sering lemah dengan usaha syariyah atau berdoa sementara mereka lebih selalu cenderung mementingkan usaha kauniyah nya saja dengan selalu bekerja keras membanting tulang di setiap hari nya, namun dia belum cukup untuk melakukan usaha yang lain, yaitu usaha syariyah atau berdoa.
Setiap muslim tentu selalu berdoa di setiap kesempatan hidup nya, namun yang membedakan adalah, apakah doa yg dipanjatkan tersebut memiliki kekuatan yang kuat untuk dapat menembus pintu langit?.

Apa saja penghalang penghalang doa tersebut sehingga susah untuk dikabulkan, penghalang bisa dari diri orang itu sendiri yang memanjatkan doa nya. Salah satu contoh nya jika orang tersebut masih memakan yang haram, masih melakukan hal yang maksiat dan sebagai nya, maka hal itu juga menjadi penghalang dari sebuah doa.

Mendoakan muslim lain yang tidak ada dihadapan kita.
Memanjatkan doa untuk saudara kita yang lain yang orang tersebut sedang tidak berada di dekat kita merupakan salah satu doa yang mustajab dikabulkan doa nya. Jika kita mengatakan: “Ya Allah ampunilah saudara saudara kami..” maka malaikat juga akan mengatakan : “kau juga akan diampuni”.
Maka Ulama juga menyebutkan keutamaan untuk mendoakan muslim yang lain nya yang mereka pada saat itu tidak berada langsung dihadapan kita. Hal ini juga menunjukan bahwa doa ini akan lebih ikhlas dan memiliki nilai yang tinggi untuk dikabulkan.

Surah Nuh ayat 28 :

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَارًاࣖ

Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kehancuran.”

Doa yang dipanjatkan di dalam Surat Nuh ayat 28 ini tidak menunjukkan kekhususan doa nya , namun untuk mendoakan semua orang secara umum.

Orang yang memanjatkan doa ketika merasa lapang dan tenang.
Banyak hal yang terjadi pada manusia adalah, orang-orang yang sedang merasa tenang dan lapang cenderung lalai. Barang siapa yang ingin Allah mengabulkan doanya ketika sedang susah dan menderita , maka hendak nya ia memperbanyak doa ketika lapang – dari Haditz riwayat Tirmidzi.
Ini adalah salah satu ciri orang yang akan dikabulkan doa nya adalah, orang yang senantiasa berdoa ketika dia dalam kondisi sehat lapang dan tenang dan berkecukupan, maka nanti ketika ia dalam kondisi kesulitan maka insya Allah akan dikabulkan doa nya. Sedangkan bagi orang kafir yang mereka hanya berdoa ketika dia dalam keadaan terdesak maka akan berbeda yang terjadi, seperti dijelaskan dalam Surah Az-Zumar ayat 8.

Surah Az Zumar ayat 8 :

وَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهٗ مُنِيْبًا اِلَيْهِ ثُمَّ اِذَا خَوَّلَهٗ نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُوْٓا اِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ وَجَعَلَ لِلّٰهِ اَنْدَادًا لِّيُضِلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖۗ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيْلًاۖ اِنَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ النَّارِ

Apabila ditimpa bencana, manusia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya. Akan tetapi, apabila Dia memberikan nikmat kepadanya, dia lupa terhadap apa yang pernah dia mohonkan kepada Allah sebelum itu dan dia menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bersenang-senanglah dengan kekufuranmu untuk sementara waktu! Sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.”

Orang akan berdoa ketika dia dalam kondisi terdesak, namun ketika sudah Allah selamatkannya,  kemudian dia akan lupa kembali.

Doa orang yang teraniaya.
Berhati-hatilah terhadap orang yang teraniaya (terzalimi) karena doa mereka sangat mustajab dan tidak ada penghalang antara doa tersebut dengan Allah untuk mengabulkan doa itu. Dan hal ini juga berlaku kepada orang- orang yang bukan muslim. Doa mereka tetap dikabulkan karena kedholiman yang mereka dapatkan, bukan hanya karena mereka muslim dan bukan muslim. Pengabulan doa ini masuk kepada rububiyah Allah.

Doa orang tua kepada anak nya, dan doa orang-orang musafir.
Kenapa doa para musafir ini dikabulkan karena mereka ini sedang berada di kondisi yang letih. Safar berarti sedang bepergian yang jauh dari wilayah kota nya tempat tinggal nya.

Doa orang yang sedang berpuasa. Doa orang yang sedang berpuasa adalah doa orang yang tidak akan tertolak. Doa orang yang berpuasa termasuk mustajab karena diri nya sedang beribadah kepada Allah dengan menahan lapar dan hawa nafsu nya. Doa orang yang sedang berpuasa sampai berbuka itu mustajab untuk dikabulkan Allah, maka oleh karena itu berdoa sangat dianjurkan bagi orang-orang yang sedang menjalankan puasa sunnah.

Kemudian yang terakhir adalah doa dari seseorang yang benar-benar dia sedang dalam kondisi kesulitan yang sangat berat.

Surah An-Naml ayat 62 :

اَمَّنْ يُّجِيْبُ الْمُضْطَرَّ اِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْۤءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاۤءَ الْاَرْضِۗ ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَۗ

Apakah (yang kamu sekutukan itu lebih baik ataukah) Zat yang mengabulkan (doa) orang yang berada dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, menghilangkan kesusahan, dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah ada tuhan (lain) bersama Allah? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.

Ada sebuah kisah dari Tafsir Ibnu Katsir, tentang seseorang yang menyewakan kuda tunggangan yang saat itu disewakan dari negeri damaskus ke negeri zabida. Dua orang tersebut kemudian melakukan perjalanan jauh, dan ditengah perjalanan tersebut mereka kesulitan untuk menemukan jalan yang harus dilewati. Mereka harus memilih jalan untuk dilewati, sampailah mereka berdua sampai ke jalan yang sangat sepi sekali. Kemudian orang si penyewa kuda ini memiliki niat yang jahat saat itu, dia ingin mengambil kuda nya dan mencelakai orang tersebut. Setelah orang tersebut mengatakan niat nya dengan senjata, tiba-tiba orang pemilik kuda nya mengatakan bahwa dia boleh mengambil kuda nya dan mencelakai nya tapi dia ingin untuk bisa beribadah menjalankan sholat dahulu. Orang itu lalu sholat dengan sangat gemetaran ketakutan dan juga berdoa memanjatkan kepada Allah. Dia memanjatkan doa dari ayat surah An-Naml tersebut, kemudian ketika dia hendak dicelakai oleh penyewa nya, seketika tiba-tiba datanglah seseorang yang membawa senjata pedang yang langsung menghujamkan senjata ke orang jahat tersebut. Lantas orang pemilik kuda itu bertanya kepada si orang penyelamat nya, siapa kah dia, kenapa bisa tiba-tiba datang menyelamat kan nya? Orang tersebut menjawab bahwa dia adalah utusan dari Dzat yang maha mengabulkan permintaan dari orang-orang yang sedang dalam kesulitan tatkala ia berdoa. Di akhir cerita si pemilik kuda kemudian bisa melanjutkan perjalanan nya dan pulang kembali dengan selamat ke tempat asal nya.

Kekuatan itu ada di dalam keyakinan.
Di dalam Hadits Kursi, Allah berfirman. “Sesungguh nya Aku ini berdasarkan keyakinan hamba Ku”.
Di dalam hal berdoa , jika orang yang berdoa itu yakin Allah akan mengabulkan maka insyaalah akan dikabulkan oleh Allah. Begitu juga jika orang yang berdoa itu hanya setengah-setengah keyakinan nya, maka hasil nya yang akan didapatkan hanya sebanyak keyakinan dari hamba tersebut.

Kita sebaik nya tidak terlalu fokus dalam pikiran kita sendiri dengan selalu bertanya kenapa doa kita belum juga dikabulkan, namun fokus kita lebih baik jika berfokus pada doa nya. Karena pengabulan itu adalah sesuatu yang pasti. Jangan sampai jika doa kita belum dikabulkan lantas kita malah meninggalkan doa tersebut, hal ini sebaiknya dihindari.
Kemudian kita juga harus mengetahui kapan waktu-waktu yang bisa membuat sebuah doa itu mustajab. Kita bisa memilih waktu-waktu yang bisa kita ikuti untuk memanjatkan doa. Kita juga bisa melakukan tawasul, dengan kita menceritakan kondisi kita atau mengungkapkan nya sembari memanjatkan doa kita kepada Allah. Kita juga dapat melakukan memuji nama-nama agung Allah Asmaul husna di dalam doa kita. Dengan mengetahui beberapa hal penting tersebut semoga nanti doa kita bisa memiliki kekuatan untuk dikabulkan.

sumber : Ustadz Abu Abdirrahman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *