Mengapa mengelola diri itu penting?
Pada fakta nya , prestasi tinggi tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan atau IQ , namun juga kemampuan untuk mengelola diri sendiri atau selft management. Dari penelitian menunjukan bahwa disiplin diri akan lebih kuat dalam memprediksi keberhasilan akademik dibandingkan dengan kecerdasan semata. Banyak orang yang gagal bukan karena kurang mampu, tapi karena diri nya kurang konsisten. Selft management adalah kemampuan mengatur pikiran, emosi , waktu, energi dan perilaku untuk mencapai tujuan. Hal ini melibatkan disiplin diri , pengendalian emosi, manajemen waktu dan juga konsistensi dalam tindakan.
Surah Ar-Rad ayat 11 :
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
Arti nya :
“Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia”.
Di salah satu potongan dari ayat ini, “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.”
Jadi pesan utama nya dari ayat ini adalah , bahwa prestasi dimulai dari perubahan diri. Sedangkan kesuksesan adalah hasil dari kebiasaan baik yang dilakukan secara terus-menerus.
Pilar utama prestasi tinggi yang pertama adalah memiliki tujuan yang jelas. Kita harus mampu menentukan visi hidup dan target yang terukur. Kemudian yang kedua adalah, kita harus membuat prioritas aktivitas harian. Kemudian yang selanjutnya adalah disiplin diri dengan mengerjakan sesuatu yang lebih penting meski tidak selalu menyenangkan, dan mampu menunda kesenangan demi hasil yang lebih besar. Pilar yang ketiga adalah pengelolaan waktu, yaitu fokus pada aktivitas bernilai tinggi, yang bisa dilakukan dengan cara mengurangi distraksi media sosial dan aktivitas yang tidak produktif.
Dikutip dari buku dari Stephen Covey , berjudul The 7 Habits of Highly Effective People . Menjelaskan bahwa kita sebaiknya mendahulukan hal yang terpenting terlebih dahulu daripada sesuatu yang sifat nya hanya sekedar mendesak.
Di dalam sebuah hadits dari Rasul , beliau mengatakan , “Manfaatkan lima perkara , sebelum lima perkara”. Yaitu masa muda mu sebelum masa tua mu, sehat mu sebelum sakit mu, kaya mu sebelum miskin mu, waktu luang sebelum sibukmu dan, hidupmu sebelum mati mu – Hadits riwayat Al-Hakim.
Pesan utama nya adalah, orang berprestasi akan menghargai waktu sebagai aset yang terbesar.
Tantangan dari masyarakat modern pada saat ini adalah diantara nya, overthinking , atau kadang disebut sedang banyak pikiran, sedang stress antara masalah akademik maupun pekerjaan, kecanduan media sosial, gadget dan mudah menyerah ketika mendapati kegagalan. Kita harus mengelola emosi dengan berpikir positif dan realistis, dengan berfokus pada solusi bukan pada permasalahan nya. Salah satu contoh kegiatan yang dapat membantu kita untuk terus fokus pada sesuatu tujuan penting yang ingin kita capai , salah satu nya adalah dengan kegiatan jurnaling. Jurnaling ini dapat dilakukan dengan cara menulis tentang apa saja yang kita impikan, apa yang ingin kita capai dan yang akan kita kerjakan. Kita juga bisa menuliskan apa saja proses yang telah kita lakukan dalam mencapai nya. Hal ini nanti nya akan membangun motivasi yang akan terus mengiringi setiap langkah kita dalam mencapai nya. Hal penting lain nya adalah pilihlah lingkungan yang baik dan mendukung, karena dengan ada nya lingkungan yang baik dan mendukung maka hal ini akan selalu mengarahkan kita untuk kebaikan. Saat ini lingkungan yang baik seperti perpustakan di kampus sudah dapat mengakomodir kebutuhan mahasiswa untuk belajar dengan nyaman dan tenang, juga memiliki literatur bacaan buku-buku yang melimpah. Hal ini juga berlaku sebalik nya, bisa saja di lingkungan kita atau pergaulan teman kita ada orang yang justru kurang mendukung dengan cita-cita yang ingin kamu capai, karena bisa saja orang lain ini mungkin mereka tidak paham dengan apa yang sedang kita teliti di dalam penelitian kita saat itu.
Sering kali kita mendengar sebuah kalimat bahwa jika seseorang ingin maju maka lihatlah ke atas, dan jika kita ingin bersyukur maka lihatlah ke bawah. Hal ini selaras dengan cerita kisah-kisah dari banyak tokoh-tokoh pahlawan bangsa yang pada masa nya selalu mengalami suatu peristiwa ketika diri nya harus berjuang keras. Di dalam kisah perjuangan mereka juga dapat kita saksikan selalu ada banyak jejak-jejak kebaikan yang mereka tinggalkan bagi masyarakat luas.
Berprestasi dapat diartikan sebagai, hari ini kita harus lebih baik dari hari kemarin. Namun kita juga tidak pernah tau apakah hari esok masih menjadi milik kita seperti hari ini. Sehingga dorongan yang paling kuat adalah, berprestasilah yang terbaik hari ini. Walaupun kita tidak pernah tau sampai kapan kita bisa melakukan nya , namun di dalam mencari ilmu kita harus mencurahkan segenap tenaga seperti kita akan hidup selama nya. Dengan senantiasa melakukan yang terbaik dari diri kita kepada lingkungan dan masyarakat luas maka nanti nya apa yang akan dikenang dari diri kita adalah karena kita memiliki banyak karya dan juga memiliki banyak kebaikan untuk bisa dirasakan oleh orang lain.
sumber : Dr. Dra. Trias Setiawati, M.Si., CHRA – Dosen Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika , Universitas Islam Indonesia