Mengapa ketika di bulan Ramadhan manusia lebih mudah untuk melakukan perbuatan baik?
Sebuah kisah dari Abu Bakar ash-Shidiq bercerita menganai bulan ramadan, beliau berkata “seandainya setiap bulan itu adalah ramadhan” . Karena suasana yang terjadi di bulan ramadan akan membuat setiap orang hati nya menjadi lebih lembut, mudah menerima nasehat , dan mudah untuk melakukan hal-hal kebaikan.
Apa itu yang dimaksudkan sebagai suasana?
Suasana terbentuk dari 5 hal. Yang pertama adalah suara, jika dibandingkan dengan bulan lain selain bulan ramadhan tentu di lingkungan tempat tinggal kita atau kota kita saat ini akan lebih sering terdengar suara musik musik yang terdengar lebih kencang dan bahkan suara tersebut bisa lebih memekakkan telinga, dan sebaliknya di bulan rmadhan kita suasana nya akan lebih cenderung terdengar banyak suara lantunan musik religi atau lantunan ayat-ayat dari kitab Al Quran yang dibacakan dari orang lain hingga suara lantunan ayat suci tersebut kemudian terdengar hingga ke telinga kita. Maka hal ini akan membuat suasana hati kita menjadi lebih lembut. kemudian yang kedua adalah bau atau aroma. Dan yang ketiga adalah warna. Sebuah warna ini juga akan dapat mempengaruhi suasana. Kadang di sebuah pengajian kita sering melihat orang yang datang ke tempat tersebut mengenakan pakaian yang berwarna putih terang atau dengan warna warna yang cerah, maka itu akan mempengaruhi suasana hati kita. Kita bisa melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang indah, dan sebalik nya juga ketika kita berada di bulan selain bulan ramadan mungkin bisa saja ketika kita sedang berada di perjalanan lalu dengan tidak sengaja berpapasan dengan rombongan suporter sepak bola misal nya, yang berombongan mereka saat itu mengenakan pakaian serba merah, biru gelap orange, atau warna-warna mencolok mata tersebut , maka hal tersebut bisa mempngaruhi pikiran kita akan menjadi kurang enak, akan dapat mempengaruhi suasana hati kita pada saat itu. Kemudian selanjut nya yang keempat adalah tekstur atau pernik-pernik.
Jika kita ingat ketika kita sedang melakukan kunjungan ke sebuah tempat, sebuah bangunan, misal nya di sebuah masjid, maka kadang kita menemukan tekstur yang berbeda-beda, bahkan jika dibandingkan dengan tempat lain nya, sperti perkantoran dan tempat kerja. Tekstur tersebut bisa menginatkan pengalaman kita pada suatu masa dan suatu perasaaan yang telah lampau. Suasana ramadhan yang terdapat di sepanjang jalan kota , di sepanjang Mall , pasar dan pusat perbelanjaaan juga akan menimbulkan suasana hati kita berbeda. Kadang jika kita melewati sebuah masjid di pinggir jalan akan melihat sebuah tulisan bahkan pernik pernik suasana ramadhan. maka itu akan membuat suasana hati kita berbeda. Kemudian yang kelima adalah gerak. Gerak menimbulkan suasana. Sebuah kota dikatakan kota yang tidak hidup jika tidak ada pergerakan manusia di dalam nya, maka sebuah gerak adalah sebuah keharusan, gerak manusia menimbulkan suasana.
Salah satu contoh suasana yang ditimbulkan oleh gerak manusia seperti hal nya ketika pada sore hari saat orang-orang sedang mencari takjil, ketika orang sedang berbuka puasa, ketika orang sedang menjalankan ibadah malam, maka hal tersebut akan memberikan suasana.
Pengaruh dari suasana lingkungan
Nabi bersabda, “Agama mu itu teman mu”, yang dapat diartikan sebagai : kepada siapa kita bersahabat, kepada siapa suasana kita berada , hal ini sangat mempengaruhi kita. Pesan dari Rasulullah agar bijak untuk memilih sahabat dekat karena perilaku dan iman seseorang akan dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan nya. Sehingga suasana lingkungan yang bagus itu memang sangat penting karena tentu akan mempengaruhi siapa saja yang berada di dalam nya.
Ahsani taqwim, manusia diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang sebaik baik nya, seindah indah nya, paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain nya, juga memiliki akal dan potensi batin. Namun kemudian “Tsumma radadnāhu asfala sāfilīn”, manusia dikembalikan ke tempat yang serendah-rendah nya. Manusia bisa jatuh terpuruk bahkan bisa menjadi lebih rendah dari pada binatang. Hal ini bisa terjadi karena manusia berada di dalam suasana yang salah. Kita bisa lihat bagaimana sebuah aksi kejahatan itu muncul? karena suasana dan situasi nya yang mendukung untuk hal tersebut. Juga bagaimana sebuah kebaikan itu menjadi mudah untuk dikerjakan? Hal ini juga karena ada nya suasana yang mendukung untuk itu.
Sebuah Hadits dari riwayat Muslim dikatakan, “Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya” . Yang dikisahkan disini bukanlah dari segi fisik sebuah masjid ataupun pasar nya namun pada sebuah suasana yang terjadi di dalam nya pada kedua tempat tersebut. Apa maksud nya?
Ketika seseorang sedang berada di masjid, harapan nya orang tersebut akan terhubung dengan Allah. kemudian dengan suasana tersebut maka akan meningkatkan keimanan nya, melembutkan hati nya, dan ketika hal tersebut sudah masuk kedalam pikiran dan hati nya, maka orang tersebut siap untuk melakukan kebaikan kebaikan di sepanjang hari nya. Pasar dibenci bukan karena aktivitas perdagangan nya, namun yang tidak baik adalah memalingkan manusia dari Allah, menjadikan manusia lupa dengan Allah. Jika benih kalimat tayyibah kita tanamkan di hati seorang manusia yang dia sudah tergemburkan atau tersuasanakan , maka benih ini akan berubah menjadi tanaman yang kuat dengan akar yg menunjang kedalam dan akan tumbuh menjadi tumbuhan yang menarik dan mempesona banyak orang, dan hal baik ini hanya akan tercipta jika suasana nya mendukung.
Jadi inilah penting nya sebuah suasana, jadi bulan ramadhan ini sangat kita perlukan karena ramadhan adalah suasana. Apabila seseorang diletakkan ke dalam suasana ramadhan maka orang yang awal nya kurang mengenal Allah, jauh dari agama menjadi dekat agama. Orang yang awal nya memiliki sifat jahat akan menjadi baik, karena pada dsar nya manusia diciptakan sebagai mahluk yang baik namun dengan suasana yang berbeda di sekeliling nya akan bisa mempengaruhi manusia itu sendiri. Sebuah hadist dari riwayat Bukhari, Rasul mengatakan bahwa “seluruh muka bumi adalah masjid”. Dari hadist ini bisa juga kita mengartikan bahwa kita bisa membentuk suasana di sekeliling kita agar selalu mengingatkan kita kepada Allah. Maka siapapun yang berada didalam suasana itu akan ingat kepada Allah, inilah yang dikehendaki dari suasana Ramadhan.
sumber : Ir. Muhammad Iftironi M,LA , Dosen Arsitektur Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan , Universitas Islam Indonesia