Meraih Qolbum Salim

Apa itu Qolbun Salim ?

Para alim ulama menyebutkan bahwa Qolbun Salim adalah hati yang selamat, hati yang sehat dari keraguan-keraguan tentang tauhid  atau tentang keesaan Allah. Hati yang terbebas dari segala penyakit hati. Penyakit hati bisa berupa sirik akbar maupun juga sirik yang kecil. Contoh sirik akbar atau sirik yang besar, seperti melakukan sesembahan kepada selain Allah. Kemudian pada sirik kecil kadang hal itu terjadi menyelimuti di dalam hati kita , misalnya suka pamer atau Riya. Pada saat ini di dunia sosial media sangat mudah bagi kita untuk melakukan memamerkan sesuatu hal kepada publik. Kemudian lainnya adalah hasud, atau juga sifat iri, atau juga sifat senang jika ada orang lain yang menderita, maka itu adalah tanda dari hati yang tidak salim.  Hati yang salim adalah hati yang selamat dari sifat-sifat buruk itu semua.

surah As-Syura ayat 88 – 89 :

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ ۙ

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ ۗ

Arti nya : dimana pada suatu hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna lagi, kecuali orang orang yang memiliki hati yang salim , Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”

Sebuah kisah , suatu ketika Nabi juga pernah menyampaikan kepada para sahabat tentang salah satu sahabat yang dikatakan oleh Nabi bahwa orang itu adalah salah satu penghuni surga , meskipun saat itu orang nya masih hidup di dunia.
Hingga kemudian hal tersebut membuat para sahabat yang lain penasaran, apa amalan yang dimiliki oleh orang tersebut sehingga bisa menjadi salah satu penghuni surga, hingga kemudian salah satu sahabat lain yang penasaran itu berkeinginan untuk menumpang menginap di rumah orang tersebut, dia beralasan jika sedang bermasalah di rumah nya sehingga dia meminta untuk bisa tinggal sementara di rumah sahabat nabi tersebut . Hingga selama tiga hari disana, dia tidak menemukan sesuatu pun yang menarik dari orang itu, dia kemudian meminta ijin untuk pamit pulang dan mengatakan kepada orang tersebut bahwa jika alasan dia ingin menginap disana hanyalah karena ingin mengetahui sesuatu yang spesial dari amalan nya, karena Nabi pernah mengatakan bahwa orang itu adalah termasuk salah satu penghuni surga kelak. Namun saat dia bersama orang itu dirumah nya selama tiga hari, ia tidak mendapati sesuatu amalan itu. Kemudian dia bertanya kepada orang itu ,” Amalan istimewa apa yang engkau lakukan?,” kemudian orang itu menjawab , “Sesungguhnya yang saya miliki itu adalah saya tidak memiliki hati yang iri dengki pendendam” . Hati yang bersih inilah yang menyelamatkan diri nya.

 

Bagaimana kita bisa meraih hati yang bersih?

Kita perlu mengetahui bahwa ada 3 macam hati yang ada di dalam setiap orang.
Pertama adalah Qolbun Salim atau hati yang salim atau sehat, atau hati yang pemiliknya itu selamat dari hal-hal syubhat atau keragu-raguan. Dia selalu beristiqomah di jalan Allah, di dalam perintah ketaatan. Dan ia juga tidak terperdaya dengan segala kenikmatan dunia.
Yang kedua adalah Qolbum Mayit atau disebut hati yang mati. Ini adalah hati yang tidak ada kehidupan di dalam nya. Dia tidak mengenal Tuhan nya sebagai pelindung, sebagai pencipta dan sebagai pemberi rezeki . Hati yang seperti ini selalu dipenuhi syahwat nafsu berupa keinginan-keinginan yang ingin ia penuhi. Hati yang mati ini jika diberi peringatan atau tidak , maka hasil nya akan sama saja, dia tidak akan beriman karena dia hati nya sudah mati.
Kemudian yang ketiga adalah Qolbun Marid , yaitu hati yang sakit. Ini adalah hati yang memiliki kehidupan namun di dalam nya terdapat penyakit-penyakit hati.
Selama ini sebagai manusia kita cenderung lebih peduli dengan penyakit fisik yang terjadi pada tubuh kita, namun kita cenderung mengabaikan tentang penyakit hati ini.

Bagaimana sifat dan tanda hati yang salim ini?

Salah satu ciri hati yang salim ini adalah dia memiliki mutmainah atau ketenangan. Dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi tenang damai.

Surah Qaf ayat 33 :

مَنْ خَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاۤءَ بِقَلْبٍ مُّنِيْبٍ ۙ

Artinya : (Dialah) orang yang takut kepada Zat Yang Maha Pengasih (sekalipun) dia tidak melihat-Nya dan dia datang (menghadap Allah) dengan hati yang bertobat.

Hati juga memiliki sifat Qolbun Munib, yaitu hati yang selalu kembali kepada Allah. Jadi walaupun manusia sering berbuat dosa dan salah, tetapi ia langsung kembali bertobat kepada Allah.
Kemudian pada ciri selanjutnya adalah hati yang bergetar. Ciri-ciri orang mukmin ketika disebutkan nama Allah maka hati dia bergetar.
Kemudian hati yang selamat juga memiliki sifat yang layin atau lembut. Disamping itu juga memiliki sifat penyantun , penyayang , atau sifat welas asih kepada orang lain.

Meraih Qolbun Salim di era sekarang tentu sangat berbeda dengan pada jaman dahulu, kita perlu untuk mengenal diri kita sendiri. Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu , Barang siapa yang mengenal diri nya maka sungguh dia telah mengenal Tuhan nya.

Surah At-Taghabun ayat 16 :

فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا وَاَنْفِقُوْا خَيْرًا لِّاَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Arti nya : Bertakwalah kamu kepada Allah sekuat kemampuanmu! Dengarkanlah, taatlah, dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu! Siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Kita harus menanamkan diri sepenuh hati, meskipun perintah dari Allah kepada umat muslim adalah “bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu” , dari potongan surah At-Taghabun ayat 16. Kita harus berusaha sekuat tenaga kita untuk melakukan perintah Nya. Hal ini mengajarkan kita untuk berlatih kesabaran dalam berbagai hal, antara lain dalam kesabaran dalam menerima ujian musibah dari Allah, kemudian juga kesabaran dalam menghindari dari hal-hal yang dimurkai atau dimarahi Allah. Maka hal tersebut memang butuh latihan yang akan kita kerjakan seumur hidup kita, karena itu adalah istiqomah.
Kadang muncul perasaaan ego iri dengki di dalam hati kita yang disebabkan oleh karena kita kurang bersyukur dengan apa yang kita miliki dan yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Kita lebih sibuk untuk mengindentifikasi hal-hal tertentu yang tidak kita miliki pada saat ini dan sedang dimiliki oleh orang lain. Padahal setiap kenikmatan yang diberikan kepada seseorang itu sudah pasti diberikan juga dengan resiko nya. Kehidupan selalu terlihat sawang sinawang, ketika ada seseorang yang memandang kehidupan yang dimiliki oleh orang lain akan terlihat enak sekali , padahal di dalam kenyataan realita yang dijalani oleh orang tersebut juga belum tentu mudah seperti yang dipikirkan.
Sebuah doa dari Rasul , “Allaahumma inni a’uudzubika min ‘ilmin laa yanfa’, wa min qalbin laa yakhsya’, wa min nafsin laa tasyba’, wa min da’watin laa yustajaabu lahaa.” Doa meminta perlindungan dari nafsu yang tidak pernah puas dan selalu ingin untuk dipenuhi.

Untuk meraih Qolbun Salim kita harus meng-ikhtiari dengan berdoa dan selalu berzikir dalam membangun koneksi dengan Allah, sehingga kita selalu merasa selalu dekat dan diawasi oleh Allah. Selanjutnya kita harus berusaha untuk selalu mensyukuri segala hal yang kita miliki dan menyertai nya dengan sikap sabar atas semua yang diberikan oleh Allah kepada kita, karena di dalam kehidupan segala hal situasi bisa terjadi, kadang kita mendapatkan nikmat , kadang kita mendapatkan musibah dan lain sebagai nya. Karena hanya dengan sikap syukur dan sabar ini maka kita yang selalu berada di dalam dimensi kehidupan ini mampu menggapai hati yang salim bersih.

sumber : Dr. Mukhsin Achmad, S.Ag., M.Ag. – Dosen Program Studi Ahwal Syakhshiyah Fakultas Ilmu Agama Islam , Universitas Islam Indonesia