Ali Imran 1 – 4 Bag. I Ustad Supriyanto Pasir
Posted by : admin | Date post : August 10, 2016 | Category : Tafsir


(Alif laam miim), Allah yang lebih tahu akan maksudnya. Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Hidup lagi berdiri sendiri. Diturunkan- Nya kepadamu) hai Muhammad (Al-kitab) Alquran, berisikan (kebenaran) dalam semua beritanya (membenarkan kitab-kitab yang berada di depannya) maksudnya kitab-kitab yang turun sebelumnya (dan diturunkan-Nya pula Taurat dan Injil. (Sebelumnya) artinya sebelum diturunkannya Alquran (menjadi petunjuk) hal dengan makna menunjukkan dari kesesatan (bagi manusia) bagi orang-orang yang mengikuti kedua kitab itu. Pada Taurat dan Injil 'menurunkan' dipakai kata-kata 'anzala', sedangkan pada Alquran dengan 'nazzala' yang berarti secara berulang-ulang, berbeda dengan Taurat dan Injil yang diturunkan sekaligus (dan diturunkan-Nya pula Al-Furqan) artinya kitab yang memisahkan antara yang hak dan yang batil dan disebutkannya secara keseluruhan. (Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah) misalnya pada Alquran dan lainnya (bagi mereka disediakan siksa yang berat dan Allah Maha Tangguh) menguasai segala urusan sehingga tak suatu pun yang dapat menghalangi- Nya untuk menunaikan janji dan ancaman-Nya (dan mempunyai balasan siksa) artinya hukuman berat terhadap orang yang durhaka, yang tak dapat dilakukan oleh siapa pun. (QS. Ali Imron: 1-4) Surat Ali Imron dimulai dengan huruf Muqatha'ah. Terdapat cara khusus dalam membaca huruf Muqatha'ah, yang berbeda dari membaca ayat lainnya. Di dalam kajian ini, akan dibahas tentang makna dan maksud dari huruf Muqatha'ah. Kajian ini juga menyinggung bagaimana proses turunnya al-Quran dari Allah kepada Rasulullah. Tafsir Surat Ali Imran dari ayat 1 sampai 4 akan dikaji dengan cukup apik dalam kajian ini. Ini merupakan bagian pertama dari dua bagian kajian Surat Ali Imran ayat 1-4.

Komentar

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *


    "Untuk Mendapatkan apa yang kamu suka, pertama yang harus kamu lakukan adalah bersabar dengan apa yang kamu benci." (Imam Al-Ghazali)